Kamis, 22 November 2012

Routing on linux suse 12.2


Routing on Linux

Manual nat dan dhcp di open suse 12.2















version 1.0
November 2012

prepared by:
Sukirman























Setting router linux

  • Dengan catatan komputer server sudah konek internet dan lan ke switch dan komputer client sudah terhubung
  • buka terminal di komputer client
  • ssh ke komputer linux yang akan dijadikan router
  • ifconfig untuk melihat interface yang tersedia
  • Gunakan ethtool
  • Pilh interface yang tersedia dengan ethtool eth0 atau eth1 kemudian lihat pada status link detect
  • Jika link detect = yes berarti sedang dipakai
  • Gunakan eth... yang status link detect = no berati bisa digunakan
  • ifconfig lagi untuk mengetahui ip eth yang bisa digunakn dan catat ipnya
  • ketik di terminal # yast untuk membuka yast
    • arahkan ke network devices lalu ke network settings
    • Setelah masuk ke network setting arahkan ke Routing dan isikan default ip getaway diambil dari ip eth yang saat ini digunakan dan beri tanda pada Enable IP Forwading.
      Lalu keluar dan simpan.

Setting nat

  • dengan mengetikan pada terminal
    # iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
    # iptables -A FORWARD -i eth0 -o eth1 -m state
          --state RELATED,ESTABLISHED -j ACCEPT
    # iptables -A FORWARD -i eth1 -o eth0 -j ACCEPT

Setting dhcp

  • cek dahulu status dhcp dengan mengetikkan pada terminal
    → # service dhcpd status
      → jika dhcp sudah terpasang dan ok tinggal mengatur settingannya
  • backup dhcpd.conf bawaan sebelum diedit
→ dengan mengcopi : # cp /etc/dhcpd.conf /etc/dhcpd.conf.backup
  • buka dhcpd.conf dengan mengetikkan pada terminal
    → # vim /etc/dhcpd.conf
    → edit isinya dengan isian konfigurasi dibawah ini
    ddns-update-style interim; # Required for dhcp 3.0+ / Red Hat 8.0+
    ignore client-updates;
    subnet 192.168.8.0 netmask 255.255.255.0 {
    range 192.168.8.10 192.168.8.200; # Range of IP addresses to be issued to DHCP clients
    option subnet-mask 255.255.255.0; # Default subnet mask to be used by DHCP clients
    option broadcast-address 192.168.8.255; # Default broadcastaddress to be used by DHCP clients
    option routers 192.168.8.1; # Default gateway to be used by DHCP clients
    option domain-name "unibit.co.id";
    option domain-name-servers 8.8.8.8, 8.8.4.4; # Default DNS to be used by DHCP clients
    option netbios-name-servers 192.168.1.100; # Specify a WINS server for MS/Windows clients.
    # (Optional. Specify if used on your network)
    #DHCP requests are not forwarded. Applies when there is more than one ethernet device and forwarding is configured.
    default-lease-time 21600; # Amount of time in seconds that a client may keep the IP address
    max-lease-time 43200;
    }
  • lalu tekan Esc : wq untuk menyimpan

Aktifkan dhcp

dengan mengetikkan di terminal
    → # service dhcpd start

Cek status dhcp

    dengan mengetikkan di terminal
      → # service dhcpd status
    lakukan ping ke internet dari komputer client jika ruquest mendapat balasan ok berarti koneksi internet sudah jalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar